Langsung ke konten utama

Salah Kelas

Bro, gue baru aja mengalami kejadian yang memalukan.

Sungguh memalukan.




Tragedi ini terjadi hari Selasa, 22 April 2014.
Di sekolah.

Saat itu, gue dan teman-teman lagi melaksanakan ujian tengah semester (UTS)
Telat banget nggak, sih?
Disaat kalian lagi hebring-hebring habis UTS, sekolah gue malah UTS!
Sekolah gue anti-mainstream, bro!

Yah, sekarang bukan itu masalahnya.

Jadi, ya, gue tadi lagi UTS.
Saat itu, lagi ujian mata pelajaran bahasa Indonesia.
Kelas yang gue tempatin itu super dingin. Tumben banget AC lagi nyala tuh.
Gue 'kan alergi dingin, ya jadinya hidung gue mulai mampet plus beler.

Sumpah, gue tersiksa banget.

Setelah selesai ngerjain soal, gue izin ke toilet untuk membuang kotoran kehidupan dalam hidung gue itu. Ew bahasa gue..
Setelah itu intinya urusan gue di toilet udah kelar.
Terus, gue balik.

Lorong kelas bener-bener hening banget. Rasanya rada awkward jalan di lorong pas suasana begitu.
Krieet...
Gue ngebuka pintu kelas, dan gue tutup.

AND YOU KNOW WHAT?

Salah satu temen gue nyaut, "Des!"
Otomatis gue tersentak.

FAK.

Gue SALAH KELAS.

Dalam momen beberapa detik itu, gue ngeliat sekeliling kelas. Mereka cengo' ngeliat gue yang dengan tiba-tiba dan PDnya masuk ke kelas itu.
'mampus!'
dan gue nengok ke arah 2 orang guru yang lagi ngawas kelas itu.

'mampus! beda orang!'

Dengan panik, gue lansung minta maaf dan buru-buru keluar.
Setelah gue keluar, suara tawa terdengar dari kelas itu. 

MEMALUKAN! Gue merasa terhina, man!

Yaudah, terus gue masuk ke kelas gue yang sebenarnya sambil cengar-cengir menahan malu.
Sumpah, malu banget yak!
Mana pas UTS, kita duduknya nyampur bareng anak kelas X!

Pas bel istirahat, gue ga mau keluar kelas.
Dan bener aja, pas gue keluar, beberapa temen gue yang tadi kelasnya gue masukkin, pada ngomong gini:
"Des, lo tadi ngapain? Haha"
"Des, lo tadi kenapa?? wkwk"

Nggak cuman itu. Keesokan harinya, gue pengen ke toilet lagi bareng temen gue pas lagi istirahat.
Salah seorang temen gue nyahut, "Des, mau kemana? Ntar salah kelas lagi~"

Dan, oh my God, keesokan harinya lagi, paginya gue dan temen-temen duduk lesehan di lorong sambil belajar sebelum UTS dimulai.
Salah seorang temen gue yang duduk di depan gue, nengok ke gue dan bilang, "Hahaha, cie, salah kelas~"

Gue hanya bisa menutupi muka gue yang merah dengan buku pelajaran.

Sialnya =w=)~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saya kecewa -_-

Gue kecewaaaaaaa!!! *nangis darah Sedih, pasrah, melarat...... Q____Q *ditabok sama readers Oke, oke. Alhamdulillah, nggak separah itu kok. Maafkan saya atas kegajean yang terjadi =u=v *peace bro!  Gue kalah dalam lomba gambar... Hiks...

Free Day

Yeaaaah! This is what are anak-anak seantero jagat want... HARI LIBUUUUR! *yaah, nggak semua anak mengaharapkan hari libur siih... #LEBAY AMAT LO!! >:O /PLAK *dilempar sepatu sama orang marah *entah siapa =_= Skip kata-kata weird barusan... Yup. Hari ini, Hari Jum'at, tanggal 13 April 2012, gue dan temen-temen seangkatan gue yang kelas 9 di SMPN xxx (bukan 101010 yak! XD), Jakarta... LIBUUR! Kata guru-guru di sekolahan, kita anak-anak kelas 9 butuh istirahat yang cukup. Otak kita telah dipenuhi puluhan soal 'program latihan menuju UN' (seperti try out). Istirahat sekali-kali kan manjur juga untuk merilekskan diri kita >< Heeem, semoga gue gak terlalu bosen-bosen amat di rumah. Palingan kerjaan gue hari ini adalah mejeng di depan laptop sampe jam 6 sore... *edeh buset =_= Uii, buat lo-lo yang lagi libur pada hari ini, have a happy day! (>3<)~ Jaa~

Nangis

Kenapa ya banyak orang mikir nangis itu sebuah kelemahan?    Padahal nangis itu sebuah reaksi yang wajar, reaksi yang timbul dari sistem saraf kita sebagai makhluk hidup. Reaksi yang menunjukkan kalau kita itu manusia.  Apa karena kalau kita nangis, kalau kita biarin air mata itu menetes, itu berarti kita gagal mengontrol tubuh kita? Berarti kita nggak punya mental yang kuat untuk menghindari atau menghentikan itu? Yang artinya kita lemah?  Menurutku nggak.  Kalau mau nangis, nangis aja. Nangislah sepuas hati. Jangan pernah nahan nangis.    The world is already harsh enough. Be kinder to yourself, and learn to take it easy.   The world stops for no one, but you can take a pause. And press the play button again, when you are ready.