Langsung ke konten utama

Daruma-san!!

Uuuy!

Kira-kira dua hari yang lalu, anak-anak BKPR memperkenalkan gue sebuah permainan tradisional Jepang. Namanya Daruma-san ga koronda! Maenannya seruuuu! Gue ama temen-temen ampe keringetan maen Daruma-san.

Daruma-san ga koronda adalah permainan rakyat Jepang yang dimainkan oleh tiga orang pemain atau lebih. Penjaga pos yang disebut Oni/setan) berusaha menangkap semua pemain yang tidak dalam keadaan diam ketika kalimat Daruma-san ga koronda ("Boneka Daruma jatuh") selesai diucapkan. Peserta berusaha mendekati penjaga pos ketika kalimat Daruma-san ga koronda sedang diucapkan. Semua pemain lari bila punggung penjaga pos berhasil ditepuk. Bila sudah ada pemain yang tertangkap dan digandeng oleh penjaga pos, tawanan dapat dibebaskan dengan cara memutuskan gandengan tangan mereka.




          Kalimat Daruma-san ga koronda dapat diucapkan oleh penjaga pos dengan kecepatan dan irama yang berbeda-beda. Peserta sedapat mungkin dibuat agar tidak bisa menebak saat Daruma-san ga koronda selesai diucapkan, dan merasa terlalu berbahaya untuk bergerak.

Ini loh, yang namanya Daruma-san:


*demi apapun, mukanya sangar banget!


          Penjaga pos/setan bisa ditentuin lewat hompimpah atau suit. Pos jaga dapat berupa batang pohon, dinding, tiang, atap rumah juga boleh!
*maenannya emang terbang!??
          Permainan dimulai pemain dari garis start yang ditentukan bersama. Para pemain berteriak, "Hajime no ippo" ("Langkah pertama"), dan meloncat satu langkah ke arah yang diingini, sambil joget-joget gaje. (kalo waktu itu gue ama anak-anak BKPR maennya sambil joget)
          Penjaga pos menghadap ke pos jaga saat mengucapkan "Daruma-san ga koronda", dan nggak bisa melihat pemain yang mendekatinya dari belakang. Para pemain berlari atau berjalan sedikit demi sedikit mendekati penjaga pos. Setelah suku kata terakhir selesai diucapkan, penjaga pos berbalik ke arah pemain, dan mencari pemain yang masih bergerak. Pemain harus menghentikan semua gerakan dan diam kayak patung.
(tapi jangan bergaya kayak patung pancoran -___-).  Hahahahahaha. Terserah deeeh, bergaya gimana aja boleeeh kok.
Bila ada pemain yang bergerak, penjaga pos menangkap pemain tersebut dengan mengucapkan namanya. Atau menarik si pemain secara paksa *weleh*
          Pemain yang sudah tertangkap harus pergi ke pos sebagai tawanan, dan menunggu hingga dibebaskan. Pemain yang 'selamat' nggak akan bisa jalan sampe si penjaga pos ngomong "Daruma-san ga koronda". Saat si penjaga pos berkata itulah para pemain 'selamat' mampu membebaskan tawanan. Pemain dapat membebaskan pemain yang tertawan dengan cara menepuk gandengan tangan pemain tersebut sambil berteriak "Kitta!" ("Putus!").
(waktu itu, gue ama anak-anak bebasin tawanan dengan nepuk pundak si penjaga pos)
          Kecuali tawanan yang belum dibebaskan, semua bekas tawanan dalam "mata rantai" harus berlari menjauh dengan sekencang-kencangnya. Penjaga pos memerintahkan mereka untuk berhenti dengan mengucapkan kata "Tomare!" ("Stop!") Setelah para pemain berhenti lari, penjaga pos melangkahkan kaki lebar-lebar untuk mendekati para pemain (kalo gue ama temen-temen maennya si penjaga pos melangkah 5 langkah). Pemain yang berada di dekatnya ditepuk untuk dijadikan penjaga pos yang baru.
(dikutip dari wikipedia.com) (dirubah sedikit)



Dijamin lo nggak bakal bosen maen permainan ini! Dijamin 10000000,99% lo bakal keringetan dan tenggorokan lo serek karena capek teriak-teriak :p Hehehe
But, tetap lestarikan permainan tradisional Indonesia yaaaa! Maen bentengan boleh tuh...

Semoga bermanfaat! Thank you so much :)
*Daruma-san yang malang
*unyuuuu ^^

Komentar

Posting Komentar

Don't hestitate to give a comment! I'll really apreciate it ^^

Postingan populer dari blog ini

Saya kecewa -_-

Gue kecewaaaaaaa!!! *nangis darah Sedih, pasrah, melarat...... Q____Q *ditabok sama readers Oke, oke. Alhamdulillah, nggak separah itu kok. Maafkan saya atas kegajean yang terjadi =u=v *peace bro!  Gue kalah dalam lomba gambar... Hiks...

Free Day

Yeaaaah! This is what are anak-anak seantero jagat want... HARI LIBUUUUR! *yaah, nggak semua anak mengaharapkan hari libur siih... #LEBAY AMAT LO!! >:O /PLAK *dilempar sepatu sama orang marah *entah siapa =_= Skip kata-kata weird barusan... Yup. Hari ini, Hari Jum'at, tanggal 13 April 2012, gue dan temen-temen seangkatan gue yang kelas 9 di SMPN xxx (bukan 101010 yak! XD), Jakarta... LIBUUR! Kata guru-guru di sekolahan, kita anak-anak kelas 9 butuh istirahat yang cukup. Otak kita telah dipenuhi puluhan soal 'program latihan menuju UN' (seperti try out). Istirahat sekali-kali kan manjur juga untuk merilekskan diri kita >< Heeem, semoga gue gak terlalu bosen-bosen amat di rumah. Palingan kerjaan gue hari ini adalah mejeng di depan laptop sampe jam 6 sore... *edeh buset =_= Uii, buat lo-lo yang lagi libur pada hari ini, have a happy day! (>3<)~ Jaa~

Nangis

Kenapa ya banyak orang mikir nangis itu sebuah kelemahan?    Padahal nangis itu sebuah reaksi yang wajar, reaksi yang timbul dari sistem saraf kita sebagai makhluk hidup. Reaksi yang menunjukkan kalau kita itu manusia.  Apa karena kalau kita nangis, kalau kita biarin air mata itu menetes, itu berarti kita gagal mengontrol tubuh kita? Berarti kita nggak punya mental yang kuat untuk menghindari atau menghentikan itu? Yang artinya kita lemah?  Menurutku nggak.  Kalau mau nangis, nangis aja. Nangislah sepuas hati. Jangan pernah nahan nangis.    The world is already harsh enough. Be kinder to yourself, and learn to take it easy.   The world stops for no one, but you can take a pause. And press the play button again, when you are ready.